Jika kalian beranggap kalau kucing berukuran kecil ?  ternyata selain memiliki tubuh yang kecil ada juga kucing yang berbadan besar, nah hewan yang dimasud adalah Macan Tutul, Jaguar dan Citah. Walaupun sama-sama memiliki tubuh yang besar, antara hewan tersebut memiliki beberapa perbedaan juga. Berikut ini perbedaan mendasarnya.

Citah

Untuk hewan pertama yang akan dibahas kali ini adalah Citah. Ras kucing besar ini memiliki bentuk tubuh yang berbeda jauh dengan harimau, dimana mereka memiliki tubuh yang ramping, perutnya sempit, dan memiliki bahu datar.

Yang membuat Citah ini sedikit mirip dengan harimau ada corak kulitnya, jika pada harimau memiliki warna dasar kuning kecoklatan dengan moif garis-garis berwarna hitam. Sementara pada Citah memiliki warna bulu dasar kuning kecoklatan dengan motif bulatan berwarna hitam.

Dalam tangga klasifikasi ilmiah, Citah ini masuk dalam subfamily Felinae. Dimana berkat tubuhnya yang ramping tersebut, membuat mereka ini bisa lari dengan sangat cepat. Hewan ini bisa berburu mangsanya dengan cara mengejar.

Bukan cuman di darat saja, melainkan citah juga merupakan salah satu hewan darat yang bisa berenang dan perlu diwaspadai juga ketika dalam air. Oleh karenanya, citah cukup mudah dalam melakukan perburuan di dua kondisi berbeda sekalipun, lalu menerkam sembari mengigit leher mangsanya sampai tewas.

Hewan yang berhabitat asli di Asia dan Afrika ini memiliki kelemahan, dimana Citah tidak bisa mengaum dan juga tidak bisa memanjat pohon. Mungkin ini yang menjadi pertanyaan banyak orang, dengan bodinya yang begitu ramping kenapa Citah ini tidak bisa memanjat pohon.

Citah ini bisa dibilang sebagai salah stau kucing tercepat didunia dimana mereka mampu berlari dengan kecepatan 110 KM / Jam daam waktu singkat hingga 460 meter dengan akselerasi 0-100 KM / jam dalam kurung waktu 3.5 detik, dan kecepatan hewan ini pun lebih cepat dibandingkan supercar. Citah juga dikenal sebagai predator paling efisien dimuka bumi.

Pages: 1 2

Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit. Di Indonesia sendiri, Buaya memiliki beberapa jenis yang biasanya jenis panggilannya tergantung dari masing-masing daerah seperti Bajul (Jawa),Bahaya(Sunda dan banjar) hingga Bekikok (Betawi .

Terdapat 7 jenis buaya di Indonesia yang sudah sangat terkenal di penjuru Nusantara, dan semuanya itu telah tersebar di sejumlah Pulau di Tanah Air. Penasaran jenis buaya apa sajakah yang ada di negara Indonesia? Langsung saja simak ulasannya berikut ini.

1. Buaya Muara (Crocodylus Porosus)

Jenis buaya di Indonesia yang pertama kali ini adalah Buaya Muara, spesies buaya yang satu ini mungkin tidak begitu asing di Indonesia karena memang cukup sering diberitakan. Namun anda perlu berhati-hati, karena Buaya Muara ini menjadi spesies yang paling besar, paling panjang, dan paling ganas diantara jenis buaya lain di dunia.

Maka tidak heran di Indonesia cukup sering terjadi beberapa kasus Buaya Muara memangsa hewan ternak atau bahkan manusia. Penyebaran dari buaya ini sangatlah luas, dimana hewan ini bisa ditemukan mulai dari Teluk Banggala (Sri Langka, India, Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji, sementara Indonesia dan Australia menjadi habitat favorit dari hewan ini.

Disamping itu, buaya satu ini juga memiliki kekuatan gigitan yang luar biasa, bahkan masuk dalam daftar hewan dengan gigitan terkuat di Dunia. Sehingga ketika ada menemui hewan satu ini segera melarikan diri agar tidak terkena serangannya.

2. Buaya Air Tawar / Buaya Siam (Crocodylus Siamensis)

Sesuai namanya, diperkirakan jika spesies buaya yang satu ini berasal dari Siam. Tidak hanya di Indonesia saja, namun buaya ini juga bisa dijumpai di Vietnam, Malaysia, Thailand Laos, dan juga Kamboja, sementara di Indonesia Buaya Air Tawar ini bisa ditemukan di Jawa dan Kalimantan.

3. Buaya Irian (Crocodylus Novaguineae)

Jenis buaya di Indonesia selanjutnya kali ini adalah Buaya Irian yang hanya bisa ditemukan di pulau Irian (Indonesia) dan juga Papua Nugini. Sekilas tampilan fisik dari buaya ini mirip dengan buaya muara, hanya saja ukurannya lebih kecil dan memiliki warna yang lebih hitam, selain itu Buaya Irian ini juga hidup di air tawar.

4. Buaya Kalimantan (Crocodylus Raninus)

Untuk tampilan dari Buaya Kalimantan ini memiliki kemiripan dengan Buaya Muara. Dimana hewan ini bisa ditemui di Kalimantan Timur dan juga Kalimantan Selatan, dan saat ini status dari hewan ovipar ini pun masih menjadi bahan perdebatan para ahli.

Buaya Kalimantan ini sendiri akan dengan mudah anda temukan di area rawa maupun sungai-sungai yang berada di Kalimantan, karena memang itu menjadi tempat favorit mereka. Namun jika anda ingin melihat buaya ini dalam jumlah besar, maka anda bisa menemukannya di tempat penangkaran buaya maupun agrowisata di Balikpapan.

Pages: 1 2

Taukah kalian kalau memilihara ayam biasanya dimiliki dalam jumlah uang cukup banyak. Sehinnga bila ayam memiliki satu penyakit maka bisa menjalar kepada ayam lainnya dan biasanya ini berakibatkan fatal.

Tingginya angka kematian yang terjadi pada peternak ayam apabila yang masih berusia 2 bulan kebawah. Karena pada usia 2 bulan keatas ayam ini sudah cenderung kebal terhadap penyakit. Kemungkinan bagi ayam yang dewasa biasanya akibat faktor cuaca dll atau faktor lingkungan. Sehingga untuk hal itu, pasti akan menimbulkan kebingungan bagi para peternak dan dibawah ini akan diulas 10 nama penyakit dan cara mengobati ayam sakit yang bisa kamu terapkan pada ayam kamu sehingga kamu dapat beternak dengan sukses, cekidot !

1. Tetelo (ND)

Penyakit ayam yang satu ini termasuk yang paling mematikan dan ditakuti, disebabkan oleh virus Paramyxo. Tetelo atau Newcastle Disease disebut juga sampar ayam. Penyebaran penyakit ini cukup cepat dan luas selama 3-4 hari melalui burung liar

Ciri ayam yang terkena yaitu terlihat lesu, nafsu makan berkurang, terlur menurun, gangguan saluran pernafasan, batuk, mulut berlendir, jengger dan kepala kebiru-biruan. Mengenai penyembuhan, penyakit ini belum tersedia obatnya sehingga lebih baik lakukan tindakan pencegahan melalui vaksinasi ND dan bila ada gejala totela, bisa dilakukan karantiana maupun dibakar pada si ayam.

2. Gumoro

Untuk penyakit ini menyerang dan merusak sistem kekbalan tubuh si ayam melalui virus genus Avibirnavirus. Penyebaran penyakit ini melalui air minum, kontak langsung, pakan, peralatan dan udara yang tercemar. Untuk penyakit ini secara tidak langsung menyebabkan kematian, namun menjangkit dalam tubuh hingga 3 bulan lamanya dan menyerang sistem imun ayam hingga berakhir kematian . Gejala yang terjadi pada ayam yaitu nafsu makan berkurang, ayam lesu, mengantuk, gemetar, diare berlendir, keseimbangan menurun, iritasi pada dubur. Untuk pengobatan belum tersedia yang efektif, namun dapat digunakan vaksi nobilis, delvax gumboro, bursavac untuk pencegahan .

3. Cacingan

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tak terkecuali ayam. Cacing pita dan cacing gilig menyerang ayam ini dengan anak ayam yang paling rentan pada gilig dan yang dewasa untuk cacing pita. Penyakit ini biasanya pada musim hujan karena suasana cukup lembab. Pada cacingan, penyakit ini memiliki gejala nafsu makan berkurang, pertumbuhan melambat, ayam kurus, lemas, bulu kusam, kotoran encer sekaligus berdarah. Untuk pengobatannya, Kamu bisa melakukan cara dengan pemberian obat cacing preparat piperazine yang bisa membunuh cacing sehingga memutus rantai penularan. Disamping itu Kamu bisa menggunakan obat lain seperti pipedon-x liquid (piperavaks), sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazi, fenbendazole atau leviamisole.

4. Snot

Penyakit yang satu ini sering menyerang pada pergantian musim yang merupakan disebabkan oleh bakteri Haemophillus Gallinarum. Penyakit ini sering ditemukan pada belahan bumi bagian tropis dengan menyerang anak ayam maupun yang dewasa. Untuk snot ini, memiliki angka kematian 30% dan angka sakit 80 %. Untuk snot ini bisa tersebar melalui air minum, ayam yang berpenyakit serupa, pakan, debu, udara, peralatan dn petugas kandang.

Untuk gejalan ayam ini berupa tidak nafsu makan/ menurun, terlihat lemah dalam pergerakan sehingga sesekali mengantuk, pertumbuhan lambat atau tidak cepat besar, keluar lendir kuning yang bewarna kuning dan berbau dari hidung, sinus membengkak pada batas antara mata dan hidung, kerang dalam lubang hidung, pilek, keluar cairan dari mata (mata berbusa) dan susah bernafas.

Mengenai pengobatan bisa menggunakan preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole maupun preparat enrofloksacyn (Enflox) atau bisa juga dengan preparat amphycillin dan colistin (Amphyvitacol) . Antibiotik yang bisa digunakan seperti ultramycin, imequil atau corivit ditambah pengobatan tradisional seperti susu bubuk / perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Untuk ayam yang sudah cukup parah kondisinya bisa lngsung diberikan suntikan sulfamix.

5. Ngorok

Untuk penyakit yang satu ini disebabkan bakteri Mycoplasma galisepticum dan biasa disebut Chronic Respiratory Disease (CRD) / sinusitis.  Ngorok ini menyerang ayam pada usia 4-9 minggu dengan kontak langsung, air minum, pakan, dan telur terinfeksi.Gejala yang ada pada ayam yaitu nafsu makan menurun, kurus, lesu, buih pada mata, keluar cairan pada hidung, nafas berbunyi seperti ngorok. Untuk pengbatannya bisa dilakukan dengan pemberian Bacytracyn yang dilarutkan di air minum, Baytrit 10% Peroral, Mycomas, Tetracolin secara oral.

6.  Berak Kapur

Untuk penyakit yang menyerang ayam yang satu ini, disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum sehingga sering disebut penyakit pullorum .Penyakit ini bertahan selama 1 tahun di tanah sehingga berarti selama itu pula si ayam bisa terjangkit walau sudah sembuh. Usia yang dapat diserangnya selama 1-10 hari dan ayam dewasa. Angka kematian pada anak ayam sebesar 85%.

Untuk gejalanya, pada ayam ternak bisa Kamu lihat memiliki ciri nafsu makan ayam berkurang, badan terlihat lemas lunglai kemudian mata menutup seperti ngantuk, prilaku ayam yaitu suka bergerombol dan mencari tempat yang cukup hangat, kedinginan, suka mengumpul , kotoran terlihat encer, dubur melekat ataupun menutup dan jengger bewarna keabuan.

Pengobatannya bisa dilakukan dengan menyuntikkan preparat sulfonamide atau antibiotik furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam yang berkhasiat mencegah kematian namun tidak pada infeksinya.

7. Berak Hijau

Penyebab penyakit ini diduga dari bakteri penyebab berak kapur yaitu Salmonella pullorum. Penularan penyakit ini bisa terjadi pada saat ayam jantan mengawini ayam betina, pakan maupun air minum, air minum dan pakan. Penyakit ini bisa berkembang menjadi kronis dan dapat berujung kematian. Gejala yang ada pada ayam yaitu kurang nafsu makan, kotoran encer, mulut berlendir, jengger kebiruan dll. Untuk pengobatan juga belum tersedia sehingga disarankan melakukan usaha pencegahan dengan dilakukannya vaksinasi secara rutin dan menjaga kebersihan kandang

8.  Kolera

Penyakit yang satu ini disebabkan bakteri Pasteurella multocida ataupun Pasteurella gallinarum yang menyerang ayam petelur dan ayam boiler. Penyakit ini menyerang pernafasan maupun pencernaan melalui kontak langsung, pakan, peralatan, manusia, tanah air minum dll. Penyakit ini bisa berakibat kronis dan berujung kematian. Gejala yang ada pada ayam yaitu nafsu makan berkurang, sesak nafas, jengger dan piall kebiruan, kotoran encer dan bau busuk. Mengenai pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan koleridin atau bisa ditambah obat herbal seperti daun pepaya dan temuireng yang direbus. dan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil.

9. Berak Darah

Untuk penyakit yang satu ini biasanya disebut Koksidiosis dengan gejala pada ayam berupa nafsu makan berkurang, pertumbuhan terhambat, kotoran lembek dan cenderung cari dengan warna coklat kehitaman karena mengandung darah. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa dari genus Eimiria sp. Parah atau termakan oleh si ayam. Ketika ayam ini dilakukan pembedahan, makan usus besarnya akan membengkak kemudian berisi darah. Penyakit ini bisa diobati dengan menggunakan noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau yang lainnya.

10. Marek

Untuk penyakit yang kesekian ini bisa juga disebut Visceral Leukosis yang dijangkiti oleh virus DNA herpes tipe B. Untuk umur ayam ini yang paling rawan adalah ayam berumur 3-10 minggu, yang merupakan masa diamana menjelang kematangan seksualnya. Gejala ayam yang dengan penyakit ini adalah tubuh kurus, lemas, pucat, sempoyongan,  mata buta serta ada tumor dibawah kulit .

Demikianlah 10 cara nama penyakit dan mengobati ayam sakit yang bisa kamu terapkan sehingga kamu tidak perlu lagi kebingungan maupun panik, namun lebih lanjut kamu bisa bertanya kepada dokter hewan maupun penyuluh peternakan desa. Semoga bermanfaat .

Buat kalian si pencinta burung terutama pencinta kicaunya , pastinya kalian tidak asing lagi dengan yang namanya burung kacer. Taukah kalian kalau burung yang satu ini merupakan salah satu hewan yang dilombakan dalam kompetisi kicau burung di berbagai daerah di Indonesia.

Pada kesempatan ini kami akan memberikan ulasan tentang jenis kacer yang sering dilombakan. Penasaran entah itu mau ikutan atau mungkin sekedar penikmat, bisa langsung simak pembahasan lengkapnya berikut.

1. Kacer Lampung

Jenis kacer yang sering dilombakan pertama kali ini adalah Kacer Lampung atau biasa juga disebut sebagai Kacer Kota Agung. Jenis burung yang satu ini memang sangat berprospek untuk dilatih menjadi burung lapangan dan jawara di arena lomba. Bagi anda yang penasaran, Kacer Lampung ini memiliki ciri khas tertentu yang akan memudahkan anda untuk mengenali burung ini, berikut daftarnya:

  • Kacer Lampung ini merupakan jenis burung yang memiliki mental petarung yang sangat baik
  • Memiliki paruh pangkal yang lebih besar dan juga tebal
  • Sorotan matanya begitu tajam
  • Memiliki postur tubuh yang proporsional
  • Bagian dada memiliki warna putih
  • Garis pada bagian sayap dan ekor memiliki kombinasi warna putih dan hitam
  • Memiliki ekor dengan panjang sekitar 10 – 12 cm
  • Memiliki postur kaki tebal dan memiliki warna agak kehitam-hitaman
  • Kacer Lampung punya volume suara lantang tembakan kasar
  • Termasuk sebagai burung yang cerdas dan mudah di master

 

Dan kalau memang anda termasuk salah satu perawat yang mengadopsi ketika sudah besar, ada kemungkinan burung akan lebih galak karena tidak terbiasa.

2. Kacer Blorok

Untuk jenis Kacer yang satu ini merupakan hasil perkawinan silang, sehingga bukan menjadi spesies asli dari jenis burung tersebut. Kacer Blorok ini merupakan hasil kawin silang dari jenis Kacer Albino dan Kacer Poci dan memiliki trah yang berkualitas baik.

Gen dari kedua jenis kacer tersebut begitu kuat, sehingga melahirkan Kacer Blorok yang sangat langka dan juga unik. Selain dari tampilan fisiknya, jenis burung yang satu ini juga menjadi andalan dari para peternak untuk mengikutsertakan pada setiap perlombaan, dan berikut ciri-cirinya:

  • Kacer Blorok ini merupakan salah satu jenis burung kacer yang memiliki paruh bagus, dan ini menjadi ciri khas burung kacer dengan mental baja yang cukup baik, serta memiliki emosi yang mudah dikendalikan satu titik (nagen).
  • Burung ini juga memiliki bola mata yang lebar
  • Untuk paruh pangkal dari burung ini agak sedikit tajam patah dibagian bawah
  • Bentuk bodi dari Kacer Blorok ini ramping dan kecil
  • Untuk postur kaki burung lebih pendek dan memiliki cengkraman kuat di tangkringan
  • Memiliki warna bulu yang bercorak loreng dengan kombinasi warna putih dan hitam
  • Memiliki volume suara yang tajam dan melengking
  • Memiliki ekor dengan panjang sekitar 10 – 14 cm.

Dan untuk hasil telur dari burung kacer jenis ini jelas saja akan selalu dinantikan oleh sang pemilik.

3. Kacer Tretes

Jenis kacer terakhir yang sering kali diajak lomba yakni Kacer Tretes. Burung ini merupakan kacer asli lokal yang berasal dari berbagai wilayah tertentu.

Karena hal tersebut, maka tidak heran jika jenis burung yang satu ini cukup mudah dan sering dijumpai, berikut ciri-cirinya:

  • Kacer Tretes ini menjadi burung favorit banyak orang di gantangan, dan menjadi salah satu jenis burung petarung sejati dilapangan
  • Mempunyai sorotan mata yang tajam dan bola matanya agak sedikit kecil dan tebal
  • Untuk paruh pangkal Kacer Tretes ini agak sedikit cekung kedalam, dan memiliki tebal yang ideal dan paruhnya sedikit pendek
  • Untuk bodinya memiliki bentuk memanjang dan juga berisi
  • Untuk kakinya memiliki postur agak pendek dan memiliki warna abu-abu
  • Warna bulu dari Kacer Tretes ini lebih dominan putih hitam seperti Kacer Poci
  • Burung ini memiliki panjang sekitar 10 – 13 cm
  • Kacer Tretes ini termasuk kedalam golongan burung lapangan yang memiliki prospek baik untuk dijadikan sebagai andalan untuk gantangan
  • Memiliki volume suara yang sangat kencang, tajam, dan jika ngeplong maka bisa mengindahkan telinga pemilik

Dikarenakan menjadi salah satu burung kacer yang sulit didapatkan, mungkin anda harus perlahan dan hati-hati juga dalam perawatan. Untuk perawatan maksimal. Perlu diingat, sekalipun kacer tersebut masuk dalam kategori spesies terbaik akan tetapi semua tetap kembali pada majikan dan cara merawat burung tersebut. Jadi, jangan sampai anda memiliki spesies kacer terbaik namun tidak tahu cara merawatnya.

Ada berbagai macam teknik perawatan terbaik yang bisa diketahui untuk mengeluarkan potensi dari jenis kacer yang sering dilombakan berikut.

Jika ikan peliharaan kalian mengalami seperti perubahan warna , ikan kalian menjadi gelisah atau diam dan malas untuk bergerak. Maka kalian berhati-hati karena kemungkinan ikan kalian sedang mengalami masa stres.

Pastinya kalian tidak ingin hewan peliharaan kalian stress hingga mati bukan ? maka dari sebagai majikan kalian harus paham terlebih dahulu beberapa penyebab ikan bisa stress sampai akhirnya mati , beriku ini ulasannya.

1. Penggantian Air yang Kurang Tepat

Mengganti air didalam akuarium memang perlu dilakukan secara rutin agar nantinya kebutuhan oksigen ikan tetap terpenuhi. Akan tetapi, sebaiknya anda tidak mengganti air di akuarium ini secara drastis, karena ini bisa menyebabkan stress juga, hindari menggunakan jaring dengan ukuran lubang lebar untuk menghindari merusak sirip ikan.

2. Kualitas Air Tidak Baik

Ikan hias apapun memang cukup sensitive dengan kualitas air, sehingga sebelum anda memutuskan membeli ikan maka harus mempelajari karakteristik dari ikan tersebut. Jika kondisinya tidak sesuai dengan habitat aslinya, biasanya bisa membuat ikan stress apabila gagal beradaptasi.

Ada beberapa jenis ikan yang sangat penting untuk diperhatikan tekanannya, seperti dalam cara menentukan parameter air akuarium yang pas untuk pemeliharaan arwana berikut agar bisa hidup dengan nyaman di dalam akuarium tersebut.

3. Kualitas Makanan yang Diberikan

Pada umumnya ikan hias ini diberikan makanan ikan seperti pur / pellet, namun tidak ada salahnya jika anda ingin memberikan variasi makanan lain yang pastinya sehat dan cocok untuk ikan anda agar nantinya mereka tidak stress.

4. Makanan Mengendap di Dasar Akuarium

Mungkin ini menjadi alasan kenapa anda tidak dianjurkan untuk memberi makan berlebihan kepada ikan hias, maksud hati agar mereka bisa kenyang namun yang ada jika makanan tersebut tidak habis maka bisa mengendap didasar wadah yang membuat air menjadi keruh.

Tentu hal ini tidak baik untuk kesehatan ikan tersebut, karena bagaimana pun ikan juga suka dengan kondisi air yang bersih dan jernih dimana mereka bisa mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk terus hidup.

5. Perubahan Suhu Ekstrem

Perubahan suhu ekstrim ternyata juga bisa membuat ikan menjadi stress, perubahan suhu ini seperti jika ikan di dalam akuarium terkena sinar matahari terlalu lama. Oleh karena itu anda bisa menempatkannya pada area yang tepat.

6. Luka atau Mengalami Cedera

Meskipun hidupnya terus berada di air, bukan berati ikan ini tidak bisa mengalami luka. Luka pada ikan ini ada banyak penyebabnya, bisa dikarenakan pada saat kawin, pada saat pembersihan akuarium, terkena benda didalam akuarium, atau mungkin tergores kaca akuarium itu sendiri.

Nah itu tadi sedikit ulasan tentang ciri-ciri ikan stress yang perlu anda ketahui, semoga ulasan diatas tadi bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda nantinya. Ketahui juga pembahasan lain mengenai cara memelihara ikan aquarium agar tidak mati dengan cepat.

Penyakit tanah atau Antraks adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis yang bisa menyerang hampir semua hewan dan penyakit ini bersifat zoonosis dan menyebar secara luas di dunia.Di Indonesia sendiri kemunculannya sesuai waktu dan tempat, di mana penyakit ini hanya terjadi pada daerah-daerah tertentu dan pada saat-saat tertentu, misalnya di awal musim hujan.

Gejala atau tanda terjangkitnya penyakit antraks adalah adanya kematian mendadak dan pendarahan di lubang-lubang kumlah (lubang hidung, lubang anus, pori pori kulit); ternak mengalami kesulitan bernapas, demam tinggi, gemetar, berjalan sempoyongan, kondisi lemah, ambruk dan kematian secara cepat; pada kuda gejalanya biasanya kronis dan menyebabkan pembengkakan pada tenggorokan. Penyakit ini dapat menjadi ganas pada domba dan kambing, tetapi kurang ganas pada kuda atau unggas. Keganasannya sendiri sangat bervariasi dari yang bersifat hiperakut sampai kronis. Hiperakut ditandai dengan kematian mendadak pada domba dan kambing sedangkan pada kuda terjadi kronis. Angka morbiditas (sakit) dan mortalitas (kematian)nya rendah tergantung hewan yang diserang dan waktu serta tempat kejadiannya.

Bali merupakan daerah yang bebas antraks. Namun, tidak menutup kemungkinan antraks dapat masuk, sebab berdasarkan data penyebarannya antraks lebih banyak disebabkan karena sporanya. “Daerah Bali Selatan termasuk Nusa Penida yang daerahnya berkapur dan tanahnya bersifat basa, cocok untuk perkembangan spora anthraks” ujar Prof. Dr. Drh. I Nengah Kerta Besung, M.Si. selaku dosen Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Menurut drh Besung mengenai kesiapan teknisi di Bali untuk mengantisipasi masuknya penyakit ini, “Saya pikir dokter hewan di dinas serta Balai Besar Veteriner Denpasar siap terhadap penanganan kasus anthraks di Bali karena wilayah kerja BBVet Denpasar melingkupi Bali, NTB, dan NTT yang ada kasus anthraksnya.”

Tindakan pencegahan dapat dilakukan, yaitu dengan melakukan pengawasan lalu lintas hewan yang masuk ke Bali atau yang melintasi daerah Bali harus terbebas dari antraks. Selain itu, produk ternak seperti makanan, topi, ikat pinggang berbahan kulit serta pakaian dan produk hewan lainnya harus bebas dari penyakit antraks. Seperti yang dilakukan selama ini, di mana sapi atau daging sapi dari daerah NTT yang merupakan daerah yang belum bebas anthrax, jika dikirim ke Jakarta tidak boleh melintasi daerah Bali. Dalam hal ini masyarakat dan petugas karantina sangat berperan dalam menangkal perluasan penyakit antraks ke Bali.

Penanganan terhadap penyakit antraks sebenarnya tidak memerlukan perhatian khusus, penyakit ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik dan dicegah dengan vaksinasi. Isolasi diperlukan pada daerah yang terdapat kasus antraks. Namun, yang menjadi kesulitan adalah pengendalian sporanya sehingga penanganan penyakit pada hewan yang dicurigai antraks ditunjukkan dengan terbentuknya spora. Hewan yang terjangkit antraks tidak boleh dipotong atau dilakukan bedah bangkai karena hal ini dapat memacu terbentuknya spora.

Hewan  Bekatan (Nasalis larvatus) adalah salah satu fauna identitas di provinsi Kalimantan Selatan. Dalam bahasa inggris hewan ini  terkenal dengan nama Proboscis monkey atau long-nosed monkey, jika di Malaysia Kera Bekantan dan untuk di Brunei Bangkatan maka penduduk Indonesia menyebutnya dengan sebutkan Monyet Belanda atau Kera belanda,Pika,Bahara Bengtangan,Raseng ataupun Kahau.

Mereka memiliki bentuk hidung yang panjang, rambut berwarna coklat kemerahan, dan perut yang buncit. Bekantan jantan ukurannya lebih besar bila dibandingkan betina dengan tinggi mencapai 75 cm dan berat sekitar 24 kg, sedangkan betinanya sendiri berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Bekantan memakan biji-bijian, buah-buahan, juga dedaunan. Perut buncit yang mereka miliki didapat akibat dari kebiasaannya mengkonsumsi makanan yang tidak berimbang, sehingga banyak menghasilkan gas dalam perutnya saat dicerna.

Habitat hewan endemik Pulau Kalimantan ini berada di lahan basah, seperti daerah hutan mangrove, hutan bakau, ataupun hutan rawa. Hewan ini merupakan satwa arboreal atau satwa yang hidup di pohon, namun terkadang turun dari pohon untuk alasan tertentu. Pergerakan dari dahan ke dahan dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melompat, bergantung, atau bergerak dengan keempat anggota geraknya.

Kehidupan mereka berkelompok, dengan jumlah antara 10 sampai 32 individu. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah one-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa, dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Peraturannya, bekantan jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding.

Bekantan juga merupakan satwa primata diurnal. Maksudnya aktivitas mereka dilakukan mulai dari pagi hingga sore hari saja. Menjelang sore hari, bekantan akan mencari pohon untuk tidur di sekitar tepian sungai. Anggota kelompoknya pun akan bergabung dalam satu pohon atau pohon lain yang letaknya berdekatan.

Ternyata bekantan bisa berenang juga loh, karena tubuhnya dibekali telapak kaki dan tangan yang memiliki bagian selaput kulit seperti katak sehingga memudahkannya untuk menyebrang sungai. Hebatnya lagi, mereka juga bisa menyelam dalam beberapa detik. Hal ini dikarenakan pada hidung bekantan dilengkapi dengan semacam katup.

Bekantan juga salah satu dari sekian banyak spesies satwa endemik Indonesia yang populasinya semakin terancam dan telah dinyatakan sebagai salah satu jenis satwa primata dilindungi. Satwa primata ini terancam punah sudah sejak tahun 2000-an karena tingginya laju deforestasi (pengalihan hutan untuk menjadi suatu lahan yang digunakan untuk tujuan tertentu) dan maraknya penggundulan hutan secara besar-besaran di tempat bekantan ini tinggal. Yuk jaga lingkungan biar mereka tetap ada.

Beruang Kutub (Ursus maritimus) yang berarti “beruang laut”adalah salah satu beruang terbesar di dunia dan predator terkuat serta merupakan simbol dari kekuatan di Kutub Utara. Seekor beruang kutub mungkin hanya menangkap satu atau dua dari sepuluh anjing laut yang diburunya, tergantung pada waktu dan variabel lainnya.

Anjing laut memang menjadi makanan utama mereka, hal ini dikarenakan mereka membutuhkan lemak dalam jumlah besar untuk bertahan hidup. Beruang kutub sangat bergantung pada es laut untuk bepergian, berburu, beristirahat, juga kawin. Bahkan, di beberapa daerah es laut akan menjadi sarang untuk berkembang biak. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) populasi beruang kutub global saat ini sekitar 26.000, tetapi para ilmuwan mengatakan dengan tingkat kepastian 95% bahwa masih terdapat 22.000 hingga 31.000 beruang kutub di bumi saat ini. Karena potensi hilangnya habitat mereka akibat perubahan iklim, beruang kutub terdaftar sebagai spesies terancam punah karena populasinya yang terus berkurang di Amerika Serikat dengan Undang-Undang Spesies Terancam Punah pada Mei 2008 hingga sekarang.

Mungkin ada yang bertanya-tanya apakah beruang kutub dapat dipelihara di kebun binatang agar tidak punah? Melestarikan beruang kutub dengan cara dipelihara di kebun binatang tidak mungkin dapat dilakukan mengingat habitat es mereka dan ukuran tubuhnya yang sangat besar. Namun memelihara sejumlah kecil beruang kutub dan melalui teknik reproduksi yang ditingkatkan untuk membawa gen yang ada ke habitat liar agar spesiesnya tidak punah mungkin dapat dilakukan. Sebuah studi memperkirakan beruang kutub akan musnah pada akhir abad ini, kecuali jika manusia melakukan sesuatu untuk mengatasi perubahan iklim yang semakin buruk. Para Ilmuwan juga mengatakan beberapa populasi beruang kutub telah mencapai batas maksimal kelangsungan hidup mereka saat es di Kutub Utara menyusut. Ini disebabkan karena hewan karnivora satu ini mengandalkan es di Samudra Arktik untuk berburu anjing laut. Saat es pecah, mereka terpaksa berkeliaran jauh, berjuang dengan susah payah untuk mencari makanan dan memberi makan anaknya. “Beruang kutub sudah berada di puncak dunia; jika es hilang, mereka tidak punya tempat untuk pergi,” kata Dr. Peter Molnar dari Universitas Toronto di Ontario, Kanada. Beruang kutub terdaftar sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan perubahan iklim sebagai faktor utama penurunan populasinya.

Kedengarannya sangat mengerikan, penting untuk diingat bahwa pemanasan yang mengancam beruang kutub disebabkan oleh ulah manusia. Tindakan sehari-hari yang dapat kita dan generasi mendatang lakukan untuk melindungi dan melestarikan habitat beruang kutub dalam jangka panjang  adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan seperti mobil dan motor, menggunakan sepeda atau berjalan kaki, terapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan matikan perangkat elektronik jika tidak digunakan. Saat kita membakar bahan bakar fosil untuk batu bara, minyak, atau gas, lebih banyak karbon dioksida (CO2) dari biasanya dilepaskan ke atmosfer bumi. Alih-alih panas keluar dari atmosfer, penumpukan CO2 ini memerangkap panas seperti selimut yang mengelilingi bumi. Hal ini menyebabkan pemanasan suhu udara secara keseluruhan yang mengakibatkan perubahan iklim termasuk pemanasan pada lautan dan hilangnya es laut. Kita semua dapat berkontribusi untuk mengurangi perubahan iklim dan memastikan habitat beruang kutub dan satwa liar lainnya yang bergantung pada es tetap ada. Kita hanya perlu bertindak dan melakukannya bersama-sama.

Selain anjing, kucing dan kelinci, pada saat ini ikan merupakan salah satu peliharaan yang masih populer. Ada beberapa jenis ikan yang bisa kalian peliharaan seperti jenis ikan hias air tawan , ikan petarung (ikan Cupang) maupun ikan hias lainnya sebagai hiasan dalam rumah.

Selain manusia , ikan juga pernah mengalami masa stress juga, Bila kondisi ini di biarkan saja maka ikan bisa alami kematian. Untuk itu, anda harus paham tentang ciri-ciri ikan stres, agar nantinya tidak dialami oleh ikan kesayangan anda.

1. Warna Tubuh Berubah

Ciri-ciri ikan stress yang pertama bisa anda kenali adalah warna tubuhnya yang bisa berubah dari biasanya, yakni warna tubuhnya bakal nampak lebih kusam dibandingkan biasanya. Dengan begini membuat penampilan dari ikan tersebut kurang menarik lagi untuk dipandang.

Selain itu garis-garis yang ada disepanjang kulitnya itu terkadang juga mengalami perubahan warna berbeda dari biasanya. Bukan cuman stres saja kalau pada ikan koi, beberapa penyebab ikan koi berubah warna berikut bisa anda ketahui dan pelajari.

2. Ikan Jadi Gelisah

Sebagian besar ikan memang dikenal tenang saat berenang didalam akuarium, namun jika anda merasa ikan peliharaan ini nampak gelisah, berenang kesana kemari tanpa arah, maka anda perlu waspada, bisa jadi ikan anda tersebut sedang mengalami stress.

Jika ikan peliharaan anda bertingkah agresif dan nampak gelisah pada saat berenang, maka hal yang perlu anda perhatikan pertama kali pada ikan tersebut adalah bagian sisik maupun siripnya. Biasanya stress yang membuat ikan ini menjadi gelisah bisa jadi karena ada luka pada fisik ikan tersebut.

3. Diam dan Malas Bergerak

Kebalikan dari yang diatas tadi, ciri-ciri ikan stress selanjutnya yang juga patut anda curigai adalah ketika ikan anda nampak diam dan malas untuk berenang, tidak seperti biasanya. Idealnya, ikan yang sehar akan bergerak sesekali didalam wadahnya.

Namun pada saat ikan anda terlihat tidak begitu semangat untuk bergerak dan cenderung banyak berdiam diri, kemungkinan besar ikan anda tersebut sedang mengalami stress. Nah ini yang mudah untuk anda kenali.

Ikan yang mengalami stress biasanya akan berdiam diri di dasar air dan malah untuk bergerak seperti kawanannya. Ketahui juga pembahasan lain mengenai jenis ikan hias air tawar yang bisa dicampur dalam satu wadah.

4. Nafsu Makan Berkurang

Dan ciri terakhir yang sangat valid adalah, ikan stress secara umum bakal kehilangan nafsu makannya, seperti manusia pada umumnya. Jika manusia mengalami stress tentu karena ada beban pikiran yang berat sedang mereka jalani, sementara untuk ikan yang stress memiliki beberapa alasan lain.

Jika kondisi ini anda biarkan terus tanpa ada tindakan pertolongan, maka perlahan-lahan ikan kesayangan anda bakalan mati. Tidak hanya stress, kurangnya nafsu makan pada ikan ini juga bisa jadi pertanda jika hewan kesayangan anda tersebut sedang sakit.

Siapa yang tidak kenal dengan salah satu dosen di Universitas Udayana berikut ini ? Drh. Mas Djoko Rudyanto, MS , beliau merupakan salah satu dosen di Universitas udayana dimana beliau merupakan asli dari Surabaya. Dokter Hewan jebolan FKH UGM (Universitas Gadjah) ini sebenarnya bercita-cita menjadi Insinyur Arsitektur. Namun, Tuhan memberi jalan untuk melanjutkan pendidikan kedokteran hewan hingga menjadi Auditor Halal Nasional LPPOM MUI.

Berkat kerja keras, beliau mendapatkan banyak beasiswa berupa Super Semar dan Tunjangan Ikatan Dinas Khusus (TIDK). Tidak hanya itu, beliau juga mendapatkan uang tambahan dari honor menulis di Surat Kabar Kedaulatan Rakyat secara rutin. Beliau pernah menjadi Asisten Dosen, Asisten Laboratorium Kesmavet, dan pemberi materi kuliah Kesmavet di Akademi Brahma Putra. Beliau pernah menghadap langsung Dirjen Dikti Depdikbud, Prof. Dr. Dodi Tisna Amijaya di Gedung Senayan saat penempatan menjadi tenaga dosen Perguruan tinggi di Luar Jawa. Ketua PDHI Pusat yaitu Drh. Wiwik Bagja meminta beliau untuk menulis perjalanan sejarah FKH UNUD untuk pembuatan buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia, pengalaman tersebut tentunya diawali dari banyak organisasi dan pengalaman bekerja yang beliau lalui seperti staf redaksi majalah SMAN III Surabaya, Sekretaris Unit Kesenian Mahasiswa UGM Gaya Surakarta, Instruktur Kompetensi Juleha, Auditor Halal Nasional LPPOM MUI, Konsultan NKV PT. Canning Indonesia Product Denpasar, wartawan majalah Infovet, perusahaan obat hewan di PT Squibb Indonesia milik Amerika, dan praktik klinik dokter hewan di Bandung dan Cimahi.

Prestasi yang berkesan bagi beliau pada saat menjalankan amanah Pembantu Ketua I (PK-I) PSKH Unud Drh. I Gusti Ketut Majun, MS dengan membawa tiga bundel fotokopi berbagai Surat Keputusan untuk disampaikan kepada Presiden Suharto melalui Bapak I Made Sweca. Beliau juga menyampaikan bundel kepada Ketua PDHI Pusat dan Brigjen Drh. Aryo Darmoko untuk membantu PSKH UNUD menjadi FKH UNUD. Selain itu, menjadi ketua osis serta mendirikan kegiatan Pramuka Gudep 108-111 di SMPN VII Surabaya merupakan prestasi yang berkesan beliau.

Bukan hal yang mudah menjadi seorang penulis, dibutuhkan keberanian untuk menghasilkan suatu karya. Beliau pernah menjadi wartawan majalah Nasional Infovet dan penulis di Surat kabar Kompas, Jawa Pos, Bali Post, dll. Beliau berharap agar kita jangan pernah takut menghadapi tantangan. Teruslah melangkah meraih apa yang telah dicita-citakan.